Pemutusan Jalur Air di Bonleu, 6.918 KK di SoE Tak Bisa Dilayani PDAM, Ada Profokator?

oleh -3.6K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Sejumlah warga di desa Bonleu kecamatan Tobu kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil sikap tegas dengan memutus jaringan pipa air dari mata Air Bonleu ke wilayah Kota SoE, ibukota kabupaten TTS.

Aksi ini merupakan luapan ekspresi kekecewaan sejumlah warga atas kebijakan refocusing anggaran pekerjaan lanjutan jalan ke wilayah tersebut oleh pemkab TTS tahun ini.
Aksi pemutusan jalur air  tersebut dilakukan warga, Minggu (30/5/2021) siang.
Direktur PDAM TTS, Lely Hayer yang dihubungi fakta-tts.com, pertelepon Minggu sore mengaku telah mendapat informasi tersebut.
Ia mengatakan pihaknya sangat menyayangkan terjadinya pemutusan jalur air tersebut karena efek dari aksi itu ada 6.918 KK pemilik sambungan rumah di wilayah Kota SoE yang tak bisa terlayani air bersih oleh PDAM.
“Kalau jaringan sudah diputus maka air tidak bisa mengalir ke SoE. Dampaknya ada 6.918 pelanggan yang tak bisa kita layani,”kata Lely Hayer.
Ruba Banunaek, ketua fraksi Golkar DPRD TTS juga menyayangkan aksi sejumlah warga tersebut.
Aksi tersebut dirasa merugikan warga lainnya dalam hal kebutuhan air bersih.
Menurutnya jika warga kecewa dengan suatu kebijakan pemerintah maka ada saluran aspirasi yang bisa dipakai untuk mendapatkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi. “Kalau warga kecewa bisa sampaikan langsung ke pemerintah atau bisa juga ke DPRD untuk kita cari solusi bersama dengan tidak merugikan warga lain,”katanya.
Aksi tersebut dianggap hal tak biasa yang dilakukan warga sehingga Ruba menduga ada skenario yang dimainkan pihak tertentu untuk kepentingan politik dengan memanfaatkan isu refocusing anggaran dan memanfaatkan oknum-oknum warga setempat.
“Biasanya kalau ada persoalan yang dihadapi dibawah, warga datang langsung ke DPRD atau sampaikan ke dewan di dapil mereka atau ada juga yang sampaikan langsung ke pemerintah setempat, tapi ini tiba-tiba langsung aksi, ini tidak biasa. saya curiga ada yang profokasi warga untuk buat begini (putus jalur air),”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *