Marten Selan Siap Lepas Jabatan Sekda TTS

oleh -1.5K views

Kota SoE,Fakta TTS-Marten Selan,SH, sekretaris daerah (sekda) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengungkapkan pernyataan mengejutkan saat bertemu wartawan di ruang kerjanya, Jumat (19/1/2018) siang.

Jabatan sekda yang baru diduduki akhir tahun 2017 kemarin itu dikatakan siap dilepas dan disilahkan bupati TTS Ir.Paul Mella,M.Si untuk mencari pejabat lainnya yang dianggap mampu.
Pernyataan mantan pimpinan sejumlah Organisasi Perangkat Daeraj (OPD) di lingkup pemerintah kabupaten (pemkab) TTS yang dikenal tegas dan menguasai aturan tersebut bukan tanpa alasan.
Dikatakan sejak ia disumpah dan dilantik jadi Sekda TTS oleh bupati Paul Mella sekitar November 2017 lalu ia telah menyatakan tekadnya dihadapan Tuhan, pemuka agama, Aparat Sipil Negara (ASN), jajaran pemerintah,DPRD dan masyarakat untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara benar sesuai aturan dan tuntutan pelayanan kepada masyarakat TTS sesuai kondisi saat ini. Sehingga ia akan rela melepas jabatan itu jika dalam dua tahun kerjanya, apa yang dilakukan menegecewakan pemerintah dan masyarakat TTS maka ia tidak takut untuk menyatakan mundur dari jabatan sekda TTS. “Kalau dalam dua tahun saya tidak berhasil jalankan tugas dan tanggungjawab saya secara profesional maka saya akan mundur dan bupati silahkan cari pejabat lain saja. Teman-teman wartawan juga silahkan awasi kinerja saya,”katanya.
Dia mengatakan sejak awal ia telah bertekad untuk memberikan pelayanan administrasi pemerintahan yang profesional dengan mengedapankan aturan sehingga yang dilakukan saat ini adalah pembenahan birokrat disemua perangkat OPD termasuk soal porsi perjalanan dinas pejabat di OPD yang bersangkutan.
Perjalanan dinas menjadi hal penting yang perlu disoroti karena yang diamati ada OPD yang perjalanan dinasnya diambil semua oleh kepala.OPD.
Kondisi ini menurutnya bisa menimbulkan kekecewaan pejabat dibawah kadis (kabid dan kasubid) yang dampaknya para kabid atau kasubid yang punya peran tekhnis bisa saja menjalankan perannya secara bertanggungjawab dalam mengeksekusi program pemerintah kepada masyarakat yang sudah ditetapkan bersama pemerintah dan DPRD. “Ada OPD yang perjalanan dinasnya diambil alih oleh kepala padahal itu porsinya kabid atau kasubid. Ini bisa buat program tidak jalan karena kabid atau kasubid kecewa padahal mereka ini yang punya peran tekhnis eksekusi program,”katanya.
Lambannya serapan anggaran program di OPD kata Marten Selan juga menjadi akibat dari persoalan perjalanan dinas tersebut sehingga menurut Marten Selan persoalan tersebut menjadi salah satu tekad pembenahannya selain persoalan pelayanan administrasi lainnya dalam dua tahun jabatannya sebagai sekda. “Kalau dalam dua tahun saya tidak bisa lakukan pembenahan hal-hal seperti itu maka saya mundur dari sekda,”kata Selan yang juga menyinggung soal mafia proses pelelangan paket program oleh OPD dan instansi tekhnis pelaksana pelelangan. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *